Resital Bonek
Thursday, February 2nd, 2006Resital Bonek
-Januari 2004- "Marini, kamu harus bikin resital. Materi udah ada, tinggal dilatih. Percuma kamu latihan kalau ngga ada target. Sekalian bikin rekaman untuk audisi ke Inggris!"
Itu "instruksi" dari guru gue, Lynn Daffidov. Haaa?? Gue langsung panik kayak disamber petir di Sabtu siang bolong saat gue les ke rumahnya. Apa-apaan nih, gue kan baru mulai les sama dia sebulan. Baru mulai latihan flute lagi dengan serius juga sebulan. Masak udah langsung disuruh resital dalam waktu 6 bulan kedepan? Gemana neeeh??
Pulang dari rumah Lynn gue masih termangu. Domblong.
Jadi flashback pada kejadian-kejadian yang lalu. Rencana awal tuh begini, gue les sama dia dalam rangka mau apply ke Inggris. Syaratnya harus mengirim rekaman permainan. Maka gue butuh guru yang bisa membimbing gue memainkan dua karya kontras yang belum pernah gue mainkan. Sonata E minor Bach dan Sonata Hindemith. Kayaknya kontras tuh yee, padahal setelah gue pelajari ternyata Hindemith tuh fans berat Bach, dan dia masuk aliran Neo Barok. Jadi sama aja jaman Barok dong, bedanya kalau Bach not-nya bisa ketebak, kalau Hindemith acakadul.
Gue ketemu Lynn ketika kita main bareng di JCO, gue waktu itu pada posisi flute 2, sementara dia main piccolo. She’s a fantastic player!! Maka gue beranikan diri untuk nanya-nanya soal flute. Dan kita pun menjadi teman. Pada hari terakhir konser dia menawarkan diri untuk ngajarin gue karena dia melihat bahwa ada banyak hal yang harus diperbaiki dari gue. Dengan ongkos yang sangat tidak mahal untuk ukuran pemain sekaliber dia. Jelas gue tidak menolak, apalagi saat itu gue lagi desperate butuh bimbingan berhubung habis "dipecat" oleh seorang guru lain.
Dengan rajin datanglah gue tiap hari Sabtu ke rumah Lynn. Dia membukakan mata telinga gue terhadap dunia flute yang sebenarnya. It’s amazing!!! Selama ini gue kira repertoar flute hanya berkisar Barok-Klasik-Modern, berhubung gue cuma tahu dunia flute Indonesia. Ternyata repertoar Romantik juga ada. Banyak banget. Belum lagi masalah-masalah tehnik dan style yang selama ini tidak gue ketahui, dibukakan jalannya oleh Lynn. Gue merasa "hidup" lagi setelah stuck dengan permainan gue selama 2 tahun belakangan ini. Dan gue merasa semakin maju.
Namun sekarang begitu disuruh resital, tetap aja keder *derrr…*
-Februari sampai Juni 2004- Enam bulan gue lalui dengan kesibukan seputar resital: latihan, kerja, dugem (ga ada hubungannya) dan nyiapin resital. Asyik banget. Rasanya deg-degan terus tapi juga makin pengen maju biar cepat selesai semua urusan.
Tiap Jumat siang sebelum ngamen ke Shangrilla, gue mampir ke rumah pianis sekaligus partner ngamen: Debby Surapati. Tujuannya latihan sekaligus berangkat bareng ngamen. Sementara hari Sabtu atau Minggu malam selesai urusan Mahawaditra, gue mampir ke rumah pianis yang satu lagi: Marcel Prasetyo. Tujuannya juga latihan sekaligus ngebajak ngopi atau makan sushi.
Alasan kenapa gue pakai dua pianis supaya beban permainan tidak terlalu berat bagi mereka. Gue akan main empat karya, tiap pianis mendapat jatah dua (sementara gue tetap empat, ya iyalah gue solisnya gitu lho!!). Semua hepi. Selain itu gue juga minta bantuan sesama rekan flutist, yaitu Metta Ariono untuk manggung bareng. Kita main duet flute Doppler.
Kegiatan lainnya yaitu urusan teknis resital. Gue minta bantuan teman-teman terbaik gue di Mahawaditra yang mengerti urusan musik dan panggung. Stage manager: Rmbe. Kru panggung terserah Rmbe aja, yang penting jalan — ternyata ada Fanny, Seto dan Harry yang siap membantu. Tempat: Auditorium IMD jalan Wijaya. Design undangan: Marcel. Dokumentasi foto: Tiwi Antrop. Dokumentasi audio-visual: Cipto. MC: Elsa. Persis kayak persiapan pesta pernikahan.
Kejutan!! Resital ini akan dibuka oleh chamber group baru yang bernama ACME!! Dipimpin oleh Marcel dan Tika, mereka akan membawakan sonara Barok 3 bagian dari Corelli. Ini bukan hanya resital gue, tapi resital alumni Mahawaditra.
-12 Juni 2004- Gladiresik. Dandan cantik, ke salon pula. Jam 19.30 resital dimulai. Panik. Titik. Jam 21.30 resital selesai. Nongkrong di Dome Cafe. Lemes kecapekan.
-13 Juni 2004- Tewas seharian di tempat tidur.
-Dua tahun kemudian, 2 Februari 2006- Seharian ini gue di kampus, penuh aktivitas. Pagi-siang jaga audisi mahasiswa baru, sore ngerjain essay sejarah di perpus, malam latihan di studio. Pas pulang, gue beres-beres meja belajar yang udah lama ngga sempat diberesin karena terlalu sibuk. Gue menemukan VCD resital gue tahun 2004. Sret, gue masukin ke CD Player di laptop, pencet tombol Play dan nonton.
*buseeeett*
Kok gue mainnya gitu amet ya? Sampe ketawa sendiri. I was flat most of the times!! No support, no legato lines, not much dynamic, too much body movements, limited breath, sheep vibrato (hrmbeee….) and big time nervous!!!
Too much negatives, if I have to give critic to my own performance.
Namun satu hal yang bikin gue kagum sama diri sendiri, duileee, kok gue nekat banget ya? Berani amet gue bikin resital dengan kualitas permainan yang masih kayak gitu? Bisa aja pas Sabtu siang bolong setelah diberi instruksi oleh Lynn, gue langsung kabur atau mundur supaya ga usah resital. Dasar bonek (kata pacar gue waktu itu).
-Flutist bonek-
