si Jin
Wednesday, March 29th, 2006housemate saya yang satu ini unik. asalnya dari Seoul, Korea Selatan. badannya gemuk, parasnya lucu. kalau jalan agak bungkuk, posturnya kurang bagus. tapi semua orang suka padanya karena dia ramah, lucu dan selalu ngomong apa adanya.
pertama kenal dia yaitu dua hari setelah saya mendarat di Manchester. kita ketemu di resepsionis student hall, dan dengan pedenya dia langsung memperkenalkan diri pada semua orang, "Hi! My name is Jin. I am a singer!" tipikal vokalis, super loud voice!!! jadi gampang, semua orang langsung tahu dia.
saya pertama kali disini tinggal bersama 3 cewek bule. dua diantaranya adalah trouble maker. sering mabuk-mabukan, bikin berantakan dapur, dan berisik di kala orang sedang istirahat. sehingga saya sangat tidak menyukai mereka. sementara yang satu lagi anak baik-baik dan menjadi sahabat dekat saya. dia campuran belanda-cina-polandia-indonesia yang bernama Karolinka.
setelah 6 bulan stres dengan tingkah laku 2 flatmates saya itu, keajaiban terjadi. mereka drop-out dari kampus! maka mereka pun keluar dari flat. akhirnya, ketenangan dan kebersihan yang menjadi obsesi saya selama ini (Indonesia banget dah) pun terjadi di flat. saya bisa tidur nyenyak dan menikmati dapur bersih.
saya dan Karolinka bertanya-tanya. siapa yang akan masuk menggantikan posisi dua orang itu di flat kami? jangan-jangan kelakuan orang baru nanti tidak jauh beda dari yang dulu. kami cuma bisa pasrah.
suatu pagi, ketika kami sedang berada di kuliah kelas umum, karolinka bisik-bisik ke saya. "Mar, coba lihat itu cewek asia yang gendut disana. kemarin malam pas elu masih latihan di kampus, dia datang ke flat kita. terus dia bilang kalo mulai besok dia akan tinggal di flat kita!". ya ampun, setelah saya tengok. itu kan si Jin. yah kalo itu mah saya udah kenal…
kenapa tiba-tiba Jin pindah ke flat saya? alasannya dogol. dia harus pulang ke Korea selama sebulan karena ibunya sakit keras. ketika dia kembali ke Manchester, pihak student hall dengan bodohnya "menendang" dia keluar flat karena dikira dia tidak akan kembali lagi. akibatnya sempat 2 malam dia terpaksa nginep di flat temannya, dan selama itu dia menuntut pihak student hall untuk dicarikan flat baru (berhubung flat-nya yang lama ternyata langsung disewakan ke orang lain, dogol ya?).
walhasil, berhubung flat saya kosong maka Jin pun diungsikan kesini. dan ternyata setelah kita keluar dari flat di tahun kedua, kita merasa cocok satu sama lain dan memutuskan untuk tetap tinggal bersama, plus dua pria yaitu Chris dan Claudio. kisah tentang dua pria ini akan saya tulis di posting lain. yang penting sekarang tentang Jin dulu.
kesan umum: RUSUH!! kalau ngomong ngga bisa pelan, selalu bengok-bengok. kalau jalan pelan tapi kesannya terburu-buru, jadi kayak angin ribut. masih inget waktu saya baru balik dari liburan musim panas di Jakarta. saya nyampe Manchester sore hari dan kelaperan. maka saya mampir dulu ke warung untuk jajan. ternyata si Jin lagi berada didepan warung. pas dia ngeliat saya, langsung njerit kenceng banget dari seberang jalan, bikin semua orang di perempatan itu pada nengok.
yang lucu adalah aksen Korea yang masih kental sehingga sering kita ngga ngerti apa yang dia omongin. dia ngga bisa mengucapkan huruf N, selalu dia sebut sebagai NY atau M. nama gue bagi dia adalah MARINYI. bulan lalu dia menagih kita uang 10 pound untuk bayar bill listrik dan gas rumah tangga. ngomongnya gini, "Chris, I need tempong!". si Chris bingung, dikira si Jin minta tampon. kata Chris, "Kalau elu butuh tampon kenapa ga minta aja sama Marini. Jangan minta ke gue dong!". rupanya si Jin butuh duid "ten pounds", tapi pengucapannya seperti "tempong" alias tampon.
biarpun rusuh, dia pinter masak. kita selalu dimanja dengan masakan Korea yang walaupun baunya menyengat dan pedas, tapi nikmat. selain itu dia adalah teman yang setia dan baik. kalau saya capek atau sakit, selalu diurusin. waktu saya kesleo jatuh dari tangga, dialah dokter saya.
dia orangnya romantis, tapi kalau main piano rusuh banget. semua lagu kalo dia mainin pasti hasilnya jadi rock’n'roll. pernah suatu malam kita lagi nyanyi bareng. Bon Jovi night!! pas lagu Bed of Roses, dia minta supaya dia yang main piano. ternyata ya gitu, lagu romantis nan slow dia jadikan ala Jailhouse Rock-nya Elvis Presley. kebayang ga sih ramenya? mau ngga mau kita para penyanyi juga kudu kenceng supaya ga kalah sama piano dong. walhasil keesokan hari, kita ditegur tetangga karena terlalu berisik tadi malam.
satu lagi nih, lucu banget. saya dan Karolinka suatu malam makan di restoran noodle yang agak posh dalam rangka ulang tahun saya. kita berdua dandan cantik. si Jin kita suruh nyusul karena dia harus bekerja dulu. begitu dia datang, dengan cueknya dia masih mengenakan seragam Subway warna hijau kodok terang yang tulisannya gede banget "Sub-of-the-day 1.99 only". dari lobi restoran dia teriak, "Marinyiiiiiiiiiiiiiiiiii, happy birthday…..!"

