Archive for September, 2006

Hasratku (Part 2 of The Trilogy)

Wednesday, September 20th, 2006

Malam ini hasratku terpenuhi (sedikit)..

Bola-bola empuk bersaus tomat merah terhidang cantik di meja. Membuat air liurku menetes..tes..tes.. Lirik kanan kiri ke arah menu, tidak ada tulisan tentang bahan bola-bola tersebut. Jadi kutanyakan pada si penjaga hidangan.

"Hiya, d’you know if these balls are beef or pork?"

"Hold a sec, Love! I’ll ask the cook. (2 minutes). Its turkey, Love!" (Mancunian accent)

Dengan rakus langsung kuambil sepiring penuh. Disantap dengan nasi long-grain dan sayuran, sungguh nikmat. Tak kupedulikan rekan kerja di kiri dan kanan yang makan sambil berbincang-bincang. Yang penting nikmati dulu hidangan ini, penuhi dulu hasratku.

Ooh, bakso ayam turki atau turkey meatballs. Think its the best meal that I have at Chethams Music School :)

Konser Bintang-bintang

Sunday, September 17th, 2006

British Flute Society International Flute Convention 3 minggu lalu di Manchester adalah ajang flute besar pertama yang gue hadiri. Acaranya 4 hari, penuh dengan berbagai kegiatan mulai dari jam 7 pagi sampai 11 malam. Kita mau ngapain aja yang berhubungan dengan flute, bisa!! Resital, workshop, pameran dan ajang jual beli alat; semua ada disini!!

Acara-acara pagi biasanya diisi dengan pemanasan bersama; dilanjutkan dengan resital bintang-bintang tamu. Setelah makan siang biasanya ada workshop mengenai reparasi flute, pembahasan etude Andersen opus 15, kelas sejarah Marcel Moyse, kelas extended technique-nya Ian Clarke, dan lain-lain yang ajaib-ajaib buat gue yang datang dari "desa flute" Indonesia.

Sebagai orang "ndeso", gue benar-benar terkesima dengan convention ini yang bagi gue ini merupakan cerminan dari gemerlapnya dunia flute British. Lengkap, mantap dan kinclong. Pemain flute dari seluruh pelosok Inggris (dan dari negara-negara lain) ada disini, dari yang amatir sampai profesional dan artis legendaris; semua kemarin. Para artis ini yang gue tunggu-tunggu karena gue sangat ingin mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri kecanggihan mereka.

Dan mimpi gue terwujud. Pertama yaitu idola gue yang paling legendaris dan masih hidup di dunia ini: William Bennet (soalnya Rampal sudah tiada sih, makanya pindah ke Bennet). Si kakek ini umurnya sudah 70 tahun, jalannya agak bungkuk, tapi mainnya tetap OKE. Semoga ntar kalo gue dah tua tetap bisa seperti dia, amien.

Wibb

*Its WIBB!!*

Lalu ada artis Finlandia yang CD sonata Bach-nya selalu jadi panutan gue: Petri Alanko. Orangnya kecil kurus kayak pak Parno, tapi soundnya mantapfbh!!!! Ketemu dia di kafetaria pas lagi lunch, ga nyangka kalo itu artis yang rekamannya selalu gue dengerin di Jakarta.

Wissam Boustany dari Lebanon (yang seharusnya jadi guru gue kalo gue keterima di Trinity) bikin gue mengerti bahwa hasrat, musikalitas dan passion yang kuat akan memberi karakter pada permainan musik seseorang, lebih dari hanya sekedar kecanggihan teknik.

Idola baru gue di piccolo: Jean-Louis Beaumadier dari Perancis!! I learn to love the piccolo so much these days karena terbukti bahwa tone piccolo gue lebih bagus daripada flute, hahaha.. Anyway, si Jean-Louis ini bikin gue termotivasi untuk lebih serius ke piccolo. Kelar konsernya, gue langsung nyobain semua piccolo kayu yang mahal-mahal sambil ngiler sendiri karena keenakan. Duh, yang gue incer tuh piccolo kayu-nya Powell. Suaranya empuk, niupnya gampang. Slurp!

Flute_and_piccolo

*Gue asik nyoba piccolo, temen gue nyoba wooden flute*

Rhonda Larson dari Amerika benar-benar artis yang sesungguhnya. Penampilannya OK dan sangat profesional, permainannya canggih. Dia membawakan folk music dengan berbagai world flute. Semua lagu dia hafal, staminanya bikin kita yang masih muda ini jadi malu sendiri kalo ingat bahwa kita sering mengeluh di kelas karena mudah capai. Dari Rhonda gue belajar untuk bersikap ketika konser didepan publik.

Yang bikin gue senang sekali adalah konser barok flute dari Rachel Brown!! Ini kali kedua gue nonton dia, dan selalu gue terpesona dengan ketepatan dan kecanggihannya memainkan karya barok dengan instrumen sulit itu. Bukan cuma itu, cara membawakan karya pun sangat "barok". Performance practice-nya nomor satu deh untuk acara kali ini.

Kalau Rhonda Larson "kinclong" di urusan world flute music, Emily Beynon yang principal flute di Concertgebouw Amsterdam paling keren di urusan classical music. Cita-cita gue untuk nonton sonata Prokovief secara live tercapai. Gila ini cewek akurat banget mainin sonata sulit itu. Persis kayak dengerin rekaman di CD karena permainannya bulat utuh sempurna.

Duh siapa lagi ya? Mathias Ziegler si pemain kontrabass flute dengan komposisinya yang edan, tapi enak didengar. Artis dari Amerika Selatan, Niurka Gonzalez memainkan Hungarian Rhapsody-nya Doppler dengan sangat bagus. Trus ada Lorna McGee dari Kanada yang tone-nya mengingatkan gue pada guru gue, Lynn Davidoff. Karakter tone kuat, sound bening, dan bikin gue terharu saat memainkan Samson&Delilah-nya Saint-Saens.

Satu yang bikin gue sangat kecewa adalah Susan Milan. Gue menanti-nanti penampilannnya karena dia spesialis dalam bidang French Flute repertoire. Tapi entah kenapa ketika dia memainkan lagu favorit gue, Ballade dari Perillhou; ancur banget!! Gue sampe kaget gitu, kok bisa artis rekaman Chandos performa-nya kayak amatir begitu ya, mainnya datar abis tanpa ekspresi, vibrato-nya tidak terkontrol. Apa mungkin udah ngga pernah latihan, berhubung doi sudah terlihat tua? Mengecewakan… 

Bagaimanapun juga, gue sangat puas nonton konser bintang-bintang flute di Convention 2006 ini. I learnt a lot from them.

All_stars

 

Hal-hal Ngga Penting Dari Gue

Monday, September 11th, 2006

Biasanya kalo ada hal-hal ga penting yang lagi pengen gue tulis, gue akan ngisi Bulletin Board Friendster. Tapi kadang-kadang pertanyaannya menjemukan, itu-itu melulu. Makanya ini gue list aja hal-hal baru dalam hidup gue saat ini yang secara kebutuhan ngga penting baaaaaanget, tapi pengen gue keluarkan. Sapa tahu dari list ini, gue bisa menemukan satu topik baru untuk dibuat research dan jadi bahan tulisan penting di blog. Nih ye:

1. abis seharian teriak-teriak jualan ayam di Arndale Food Court, ternyata bagus buat tenggorokan dan pernapasan flute. soalnya kalo abis kerja trus gue latihan flute, bunyinya lebih oke karena tenggorokan gue dah pemanasan.

2. kemarin mergokin temen gue yang anoreksia lagi ngamen di Market Street, duduk ngangkang main cello. karena doi barusan sembuh dari anoreksia, bodinya masih kurus banget. mana pake celana pendek pula, keliatan banget kakinya kurus kayak tulang ayam berbalut kulit doang. dalam hati gue mikir, masak doi yang tulang doang gitu cuek ngamen sendiri, sementara gue yang punya kaki segede kaki gajah belon berani ngamen di Market Street? memalukan…

3. heater di kamar gue menyebalkan, kalo lagi ngga nyala trus besi-besinya menciut dan kalo kesenggol temen di kamar sebelah pasti bunyi berisik banget. terpaksa gue nyalain heater tiap malam biar besinya melar dan ga bunyi-bunyi.

4. sampe sekarang gue masih kangen sama bakso abang-abang di Jakarta. kemarin pas duduk di bis ngelewatin rumah makan Cina, gue jadi mikir. kenapa ya di Manchester ga ada orang Indonesia yang buka restoran atau kantin kecil khusus jajanan Indonesia? khayalan gue, disitu dijual somay bumbu kacang, sate ayam, gorengan (pisang, tempe, cireng, tahu *cesss…slurp*) dan tentunya mie bakso. ga usah deh makanan yang bergaya-gaya, yang gampang2 kayak gitu aja. bahannya kan juga ga terlalu susah karena di Manchie pasarnya cukup lengkap. tapi masalahnya, harus mendatangkan abang-abang Jakarta yang emang profesional dalam urusan memasak supaya rasanya beneran rasa "jajan" Jakarta. ini bukan hanya demi memuaskan rasa kangen warga Indo disini, tapi juga biar orang Manchie punya jajanan baru selain fish and chips.

5. pacar gue barusan nanya ulang tahun gue untuk yang ke-seribu kalinya karena dia ngga pernah bisa hafal tanggal. yang dia ingat cuma ulang tahun gue bersamaan dengan kejadian Bom Bali.

6. ada cowok maniak edan di tempat kerja gue yang naksir sama gue, trus ngaku-ngaku ke temen-temen lain kalo gue tuh naksir dia. buset, padahal jelas-jelas gue udah punya pacar, dan sama sekali tidak berminat sama orang itu. ternyata setelah diteliti, itu cowok emang aneh. semua orang di tempat kerja pada ngga suka, selalu bertengkar sama dia. pantesan aja orang-orang disitu pada ngeliat gue aneh gitu. mereka pikir kenapa si Rini bisa suka sama itu orang ya? padahal itu semua, dustaaaaaaa… kalo dah kayak gini, keluarkan jurus ampuh gue: pura-pura ngga tahu apa-apa.. lalalala….

7. rekan kerja gue si pak Zainal lucu banget. kan suka ada customer yang kalo pesen makanan ngomongnya ngga jelas. bisik-bisik gitu, kayaknya emang karena suaranya kecil dan ngomongnya selalu dengan mulut terkatup. suatu hari itu customer datang ke kasirnya pak Zainal.

customer: "Chicken and chips." (suara kecil dan pelan, mulut terkatup).

pak Zainal: (mencodongkan badan ke arah customer dan berbisik ga kalah pelan) "What drink?"